Kita Harus Dihiasi dengan Perhiasan Spiritual

Kita Harus Dihiasi dengan Perhiasan Spiritual

Kita Harus Dihiasi dengan Perhiasan Spiritual

ROMO Frengki Kopong, Pr dalam ceramahnya pada acara Natal dengan Keluarga Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kupang, Dinas Pengairan, dan juga Unit Swadana di Phonix-Kupang Restaurant, Kamis (6/1/2011), menyatakan bahwa pada hari Natal kita biasanya hiasi diri kita dengan perhiasan berharga dan juga emas. Kita kekurangan perhiasan diri dengan perhiasan fashion spiritual http://super1388.net yang lebih berharga di mata Tuhan.

Inning sesuai dengan Fr. Frengki dalam pujian yang dipimpin oleh Pdt. Hengki Abineno, Natal adalah acara kepercayaan Kristen yang dirayakan setiap tahun. Dalam acara ini kita biasanya lupa untuk menghiasi diri kita sendiri.

“Tanpa mengakui itu, kami selalu menghiasi diri kami hanya seolah-olah, tetapi secara emosional kami sering lupa dan juga kami tidak menyadari bahwa kami adalah masalah manusia dan sarat dengan pelanggaran di mata Tuhan,” katanya.

Xmas, Frengki menyatakan, tambahan termasuk arti modifikasi serta kebangkitan kembali keadaan pikiran dan pola pikir. Untuk mendapatkan perubahan dan juga pembaruan panggilan untuk dedikasi di hati dan pikiran.

Kita Harus Dihiasi dengan Perhiasan Spiritual

“Jadikan Natal sebagai cahaya lilin di dalam hati kita sehingga kita bisa melaksanakan tanggung jawab dan kewajiban kita dengan jujur ​​dan setia. Mari kita lihat masa depan kita, anggota keluarga ini dan juga daerah untuk mengundang masa depan yang lebih baik,” katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kupang, Ir. Joao Mariano menyatakan, Natal ini harus menjadi energi untuk lebih baik lagi menjalin hubungan keluarga yang telah dikembangkan hingga sekarang dan juga kebersamaan dalam melakukan kerjasama untuk membangun lokasi ini dengan lebih banyak tanggung jawab.

“Orang-orang mengantisipasi kemajuan kerja di bidang penyiraman, bidang konstruksi jalan serta pembangunan berbagai fasilitas umum lainnya dapat berhasil,” katanya.

Perhiasan Rohani Digunakan Sebagai Aksesoris

Bupati Kupang, Ayub Titu Eki mengaku, pesta Natal dan Tahun Baru perlu dibuat cahaya lilin ringan di hati kita. Peristiwa Natal adalah kesempatan sukacita orang Kristen dalam menyambut anak Yesus Kristus. Definisi Natal harus dijalani dan diterapkan dalam kehidupan.

Acara Natal ini dimeriahkan oleh grup nyanyian (VG) dari Katolik Muda (OMK) Santo Matias Tofa – Desa Maulafa dan paduan suara Mision Vois dari pemuda GMIT.

Artikel pendek ini telah diterbitkan di pos-kupang. com dengan judul We Must Be Decorated in Spiritual Jewelry, http://kupang.tribunnews.com/2011/01/10/kita-harus-dihiasi-perhiasan-rohani.